KEMAMPUAN EARNINGS DAN ARUS KAS
DALAM MEMPREDIKSI EARNINGS
DAN ARUS KAS MASA DEPAN
Studi Empiris Pada Perusahaan Industri Barang Konsumsi
ABSTRAK
DALAM MEMPREDIKSI EARNINGS
DAN ARUS KAS MASA DEPAN
Studi Empiris Pada Perusahaan Industri Barang Konsumsi
ABSTRAK
Prediksi earnings dan arus kas pada analisis keuangan digunakan sebagai alat bantu untuk mengurangi resiko ketidakpastian dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mendapatkan bukti empiris mengenai kemampuan earnings dan arus kas dalam memprediksi earnings dan arus kas masa depan serta untuk mendapatkan bukti empiris apakah prediktor earnings memberikan kemampuan prediksi incremental terhadap arus kas jika digunakan secara bersama-sama dengan prediktor arus kas.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan menggunakan purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 34 perusahaan pada industri barang konsumsi yang terdaftar di BEJ selama periode 2001-2004, dengan menggunakan metode statistik regresi linier. Analisis juga dilakukan terhadap data yang telah dideflasi dengan faktor deflator indeks harga konsumen (Consumer Price Index). Data earnings dan arus kas yang digunakan dalam pengujian hipotesis dalam penelitian ini merupakan data laporan keuangan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember.
Hasil pengujian hipotesis pertama tanpa atau dengan deflator menunjukkan, baik prediktor earnings maupun arus kas sebagai prediktor earnings mempunyai kemampuan yang signifikan dalam memprediksi earnings masa depan. Akan tetapi nilai adjusted R square prediktor earnings lebih besar dibandingkan prediktor arus kas, sehingga prediktor earnings lebih baik dibandingkan prediktor arus kas dalam memprediksi earnings masa depan. Hasil pengujian hipotesis kedua, pengujian tanpa atau dengan deflator, prediktor earnings lebih baik dibanding prediktor arus kas dalam memprediksi arus kas masa depan, karena prediktor arus kas tidak mempunyai kemampuan yang signifikan dalam memprediksi arus kas masa depan. Pengujian ketiga, pengujian dengan atau tanpa deflator hasilnya yaitu prediktor earnings memberikan kemampuan prediksi inkremental terhadap arus kas.
Kata kunci: Earnings, arus kas, prediksi, prediktor, inkremental
SKRIPSI AKUNTANSI
SKRIPSI EKONOMI PEMBANGUNAN
SKRIPSI ILMU EKONOMI
SKRIPSI MANAJEMEN
SKRIPSI AKUNTANSI
Teknik pengambilan sampel yang digunakan menggunakan purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 34 perusahaan pada industri barang konsumsi yang terdaftar di BEJ selama periode 2001-2004, dengan menggunakan metode statistik regresi linier. Analisis juga dilakukan terhadap data yang telah dideflasi dengan faktor deflator indeks harga konsumen (Consumer Price Index). Data earnings dan arus kas yang digunakan dalam pengujian hipotesis dalam penelitian ini merupakan data laporan keuangan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember.
Hasil pengujian hipotesis pertama tanpa atau dengan deflator menunjukkan, baik prediktor earnings maupun arus kas sebagai prediktor earnings mempunyai kemampuan yang signifikan dalam memprediksi earnings masa depan. Akan tetapi nilai adjusted R square prediktor earnings lebih besar dibandingkan prediktor arus kas, sehingga prediktor earnings lebih baik dibandingkan prediktor arus kas dalam memprediksi earnings masa depan. Hasil pengujian hipotesis kedua, pengujian tanpa atau dengan deflator, prediktor earnings lebih baik dibanding prediktor arus kas dalam memprediksi arus kas masa depan, karena prediktor arus kas tidak mempunyai kemampuan yang signifikan dalam memprediksi arus kas masa depan. Pengujian ketiga, pengujian dengan atau tanpa deflator hasilnya yaitu prediktor earnings memberikan kemampuan prediksi inkremental terhadap arus kas.
Kata kunci: Earnings, arus kas, prediksi, prediktor, inkremental
SKRIPSI AKUNTANSI
SKRIPSI EKONOMI PEMBANGUNAN
SKRIPSI ILMU EKONOMI
SKRIPSI MANAJEMEN
SKRIPSI AKUNTANSI

